Oleh: Artati Latif*
Liburan atau biasa disebut vacancy merupakan aktivitas di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari. Penyelenggaraan liburan oleh masyarakat saat ini biasa dilakukan di tempat-tempat yang memiliki daya tarik yang eksotis atau pesona alam yang menghadirkan keindahan.Dukungan pemandangan alam seperti kawasan pegunungan, lembah dan bukit,maupun hamparan sawah yang padinya menguning atau hijauan padang savana yang luas tak bertepi termasuk sarana hiburan wahana games yang menuntun suasana damai terhadap ketenangan jiwa.
Menjedakan sekejap aktivasi berpikir dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai seorang ASN penting untuk dilakukan. Anak muda milenial menyebutnya on healing pada suatu spot wisata yang tergolong unik dan khas yang mampu menghangatkan privacy.

Menjelang masa liburan anak sekolah berakhir pada pekan kedua Juli 2024 bersama dengan segenap grup keluarga inti, penulis mengisi liburan atau vacancy di suatu taman hiburan dengan brand desa wisata Balleangin yang beralamat di kampung Senggerang Kecamatan Balocci
Kabupaten Pangkajene Kepulauan.Tempat wisata ini bertitel ZULU Park.
Masyarakat Zulu mengartikan Zulu adalah surga.Zulu juga merupakan sebuah kelompok etnis di Afrika Selatan. Zulu adalah nama pendiri garis keturunan kerajaan Zulu pada abad ke-17. Zulu tergolong salah satu bahasa yang digunakan bangsa-bangsa di benua Afrika seperti Zimbabwe,Lesotho, Malawi,Mozambik dan Afrika Selatan (Wikipedia,2024).
Lokasi wisata tersebut tergolong baru sebagai hasil penjaringan desa wisata Kementerian Pariwisata. Areanya cukup representative dengan berbagai ketersediaan wahana pendukung liburan seperti kolam renang, unit villa/gazebo, resto dan cafe maupun arena berswafoto.
Nuansa yang tampak khas sebagai penciri desa wisata ini adalah mengadopsi ala Korean style. Performanya ditunjukkan oleh gaun ala Korea yang bisa dikenakan oleh pengunjung untuk mengabadikan tempat wisata tersebut. Dress Korea yang dikenakan berupa pakaian tradisional Bangsa Korea yaitu Hanbok.
Mengutip laman Life in Korea 2023, Hanbok adalah pakaian tradisional rakyat Korea yang terdiri dari dua bagian utama yaitu pakaian bagian atas dan pakaian bagian bawah. Hanbok yang digunakan wanita, pada bagian bawahnya memakai chima atau rok sedangkan untuk pria, bagian bawahnya menggunakan baji atau celana.

Hanbok sebagai busana tradisional hanya dipakai pada acara-acara khusus, seperti hari libur dan hari raya,walaupun ada yang memakai hanbok sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Hanbok telah menginspirasi dunia fashion seiring dengan perkembangan Korean style saat ini.
Menyematkan uniform Korean style seakan membawa perasaan berimajinasi ke seantero negeri ginseng tersebut. Pikiran ini serasa ingin terbang ke kota industri otomotif Hyundai atau alat berat Daewoo dan suasana pedesaan pertanian negara Korea. Kebangkitan jiwa ini ke dunia luar paling tidak mengagumi budaya suatu bangsa melalui gaun modern ala Hanbok menciptakan harmoni hati yang sejuk dalam keragaman bangsa-bangsa di permukaan bumi.
Keterkaitan jiwa dalam mengisi konten liburan kali ini bersama dengan aura semesta mengantarkan pada pembentukan mood positif.Meracik kerinduan pada alam untuk bersaksi terhadap kebesaran ciptaan tuhan.Alam menjadi referensi utama dalam melepas penat dan kejenuhan sehingga
refreshingnya menjadi sempurna, tercapainya nuansa batin yang penuh dengan keceriaan dan kecerahan.

Goresan Tuhan kepada relief bumi sebagai perwujudan kemahakuasaannya untuk makhluknya di bumi dan atas kepiawaian umat manusia mengelola sumber daya ini agar bisa dinikmati sebagai fasilitas alam yang melipur lara. Asimilasi ala Korean style di Zulu Park membawa pengunjungnya untuk melipatgandakan pikirannya agar mampu menikmati negeri kiblat para k-pop.
Zulu Park,14 Juli 2024
*PPL Desa Lalabata Kabupaten Barru
