Oleh : Rosita Samad*

Laju sleeper bus meninggalkan kota Makassar menuju Masamba Kabupaten Luwu Utara yang menjadi tujuan transit tim. Pagi nan cerah saat kami tiba di kota Masamba. Yang terlintas dibenak nikmatnya pugalu dengan daging toddo pedas khas Masamba. Untunglah sebelum berangkat ke Rongkong kami mampir ke warung pugalu sebagai menu makan siang kami. Perlu persiapan fisik mengingat waktu tempuh sekitar 4 jam dari Masamba dengan kondisi jalan berkelok dan masih terdapat beberapa spot yang rusak parah.

Perjalanan menuju Kecamatan Rongkong banyak dijumpai motor modifikasi khusus dan penuh muatan hasil bumi, jergen plastik, sembako bahkan ternak baik ke arah Rongkong maupun sebaliknya ke arah Masamba. Pemandangan lumrah ini karena tujuan kami memang berbatasan dengan seko daerah yang cukup jauh, sebagian diakses dengan pesawat dari kota Masamba ke Seko dengan waktu tempuh kurang dari 30 menit. Sepanjang jalan disuguhkan  pemandangan pegunungan dengan tutupan lahan yang relatif masih bagus dan beberapa spot air mengalir membelah jalan.

Tiba di Desa Limbong disambut dengan angin sore sejuk khas pegunungan yang asri. Bersama anggota tim lainnya kami dijamu ibu Kepala Desa dilanjutkan dengan briefing dengan stakeholder terkait. Masyarakat yang mengelola dan memungut hasil hutan  sekitar kawasan hutan Desa Rinding Allo dan Desa Limbong diupayakan untuk meningkatkan kapasitas mereka, sehingga keanekaragaman hayati dan kekayaan fauna, khususnya endemik Sulawesi terjaga di pegunungan Quarles. Hal ini merupakan mimpi besar untuk mewujudkan kelestarian sumberdaya hutan di Kecamatan Rongkong yang juga merupakan salah satu penyangga ekosistem Kabupaten Luwu Utara.

Pemerintah Kecamatan Rongkong sangat mengapresiasi kegiatan multipihak dalam rangka menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, fauna dan flora. Meningkatkan kapasitas masyarakat yang tergabung dalam pemegang persetujuan pengelolaan perhutanan sosial, artinya memberikan edukasi pelestarian sumberdaya hutan sekaligus memberikan ruang bagi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan.

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi tanggung jawab semua dengan peran masing-masing, khususnya wilayah penyangga ekosistem  seperti pegunungan Quarles. Tim meninggalkan Desa Limbong dengan sejuta harapan semoga giat kami memberi kontribusi bagi kelestarian fauna dan flora Kecamatan Rongkong.

Rongkong, Juni 2024

*Staf DLHK Prov.Sul-Sel/Anggota Tim Feasibility studi Kec.Rongkong

(Visited 202 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.