Catatan Batin Ruslan Ismail Mage
Jangankan berpikir
menghayal pun tidak
Jangankan melafalkan
mencatat pun tidak
Sesungguhnya
Aku ingin jedah sesaat, tapi mata basah
Aku ingin sembunyi sejenak, tapi jiwa bergejolak
Aku ingin menghilang dalam hitungan hari
namun bayangan menariku keluar
Sungguh
Perhatiannya membuatku bisu
Kepeduliannya membuatku lumpuh
Empatinya membuatku tafakur
Solidaritasnya membuatku takjub
Aku senyum tersenyum ke siapa
Aku tertawa menertawakan apa
Aku sedih menyedihkan jarak
Aku marah, marah kerena apa
Aku menangis, menangisi siapa
Aku senang menyenangi apa
Aku harus damai berdamai dengan keadaan
Aku bahagia berbahagia dengan rumah jiwaku
Aku terbang menerbangkan rohku
memasuki rumah jiwa kita di angkasa
Nampak jiwa-jiwa saling meneyalami
melafalkan satu kalimat menggetarkan kalbu
“kita semua saudara dunia akhirat”
Aku pun tertunduk, tersungkur, lumpuh, rontok, dan jatuh ke bumi
dengan sisa tenanga kutanam hatiku di dasar bumi
agar dirindukan seluruh makhluk bumi
Sahabatku saudaraku
Engkaulah napas kehidupan
Lipatlah namaku dalam namamu
agar engkau senantiasa terbaca dalam tidurku
Kedayutama, 21 Agustus 2021
