Bumerang
Oleh: Tammasse Balla Hidup ini punya cara sendiri untuk mengembalikan apa pun yang keluar dari hatimu. Seperti bumerang yang dilemparkan, setiap niat, kata, dan doa akan mencari jalannya kembali kepada…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh: Tammasse Balla Hidup ini punya cara sendiri untuk mengembalikan apa pun yang keluar dari hatimu. Seperti bumerang yang dilemparkan, setiap niat, kata, dan doa akan mencari jalannya kembali kepada…
Oleh: Tammasse Balla Hidup ini tak ubahnya seperti pedati tua yang berjalan di jalan tanah berdebu. Rodanya berputar tanpa kenal lelah, menggelinding di atas jalan yang kadang halus, kadang berlubang.…
Oleh: Tammasse Balla Ada perjalanan yang sekadar berpindah tempat, dan ada pula perjalanan yang menumbuhkan jiwa. World Stroke Congress (WSC), 22 s.d. 24 Oktober 2025 di Barcelona, Spanyol bukan sekadar…
Oleh: Tammasse Balla Allah menciptakan manusia dengan keseimbangan yang menakjubkan. Ada siang dan malam, ada langit dan bumi, ada tangan kanan dan tangan kiri. Keduanya diciptakan bukan untuk bersaing, tapi…
Oleh: Tammasse Balla Ada tiga sumpah sakral yang pernah diucapkan anak-anak muda negeri ini, 28 Oktober 1928, hampir seabad lalu. Pertama, bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Kedua, berbangsa satu,…
Oleh: Tammasse Balla Ada mimpi yang tak mati meski usia berjalan. Ia bersembunyi di balik keriput, bernafas di ruang kenangan, menunggu hari ketika takdir menepuk bahu dan berkata: “Kini saatnya”,…
Oleh: Tammasse Balla Setiap nama adalah doa, tapi seringkali juga lelucon Tuhan yang diselipkan di antara harapan manusia. Begitu pula dengan namaku—Tammasse. Nama yang lahir bukan dari kebetulan, tapi dari…
Oleh: Tammasse Balla Cemburu adalah racun yang disajikan dengan cangkir kesombongan. Ia diminum perlahan-lahan oleh jiwa yang lemah, hingga tubuhnya terlihat gagah, padahal dalam dirinya sedang sekarat oleh api iri.…
Ada doa yang tidak lekas dijawab Tuhan, bukan karena Ia lupa, tetapi karena Ia ingin kita tumbuh lebih dulu sebelum menerima karunia itu. Ada cita-cita yang tidak langsung tercapai, bukan…
Di Soppeng, di sebuah kampung kecil bernama Lajoa yang dibelai kabut pagi dan dikelilingi bukit hijau, lahirlah seorang anak perempuan. Ayah dan ibunya memberinyq nama Jumraini. Di matanya, cahaya masa…