Rindu dalam Diam
Dalam hening ku titip rindu,Lembut mengalir tanpa suara,Setiap detik menanti waktu,Bertemu wajah yang jadi cinta. Kau hadir dalam pelukan bayang,Meski jauh, kau dekat di hati,Rindu ini tak butuh kata,Cukup diam,…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Dalam hening ku titip rindu,Lembut mengalir tanpa suara,Setiap detik menanti waktu,Bertemu wajah yang jadi cinta. Kau hadir dalam pelukan bayang,Meski jauh, kau dekat di hati,Rindu ini tak butuh kata,Cukup diam,…
Cinta tak menua seperti wajah,Tak keriput oleh waktu yang melaju,Ia tumbuh dari dalam yang ramah,Dalam jiwa yang tulus, tak pernah jemu. Tak peduli uban di kepala,Atau langkah yang kini perlahan,Cinta…
Hari ini,aku bangun dengan dada yang lebih lapang,dan hati yang tak lagi menggenggam luka—karena aku tahu,cinta sejati tak pernah datang dalam cemas,tapi dalam damai yang mengalir seperti doa. Aku belum…
Hari ini mentari bersinar terang,Tanggal enam di bulan yang tenang.Juni berbisik dalam angin pagi,“Selamat ulang tahun,” kata bumi dan langit tinggi. Puji Tuhan, Sang Pemberi nafas,Yang menuntunku lewati waktu yang…
Sama foho foho nakwelar, sui tasi tasi nakliki.Inisiu konduz proklamasaun, husi proklamante Fransico Xavier do Amaral, ba Kolonial be lori relijiaun, reza karik tenki taka matan, maske loke rikeza lakon…
Oleh: Elvira P.Ximenes Di sunyi senyap jiwa terbangun,Bukan di luar, namun di dalam rindu,Cahaya Ilahi lembut menyusup,Menanti disapa oleh hati yang jujur. Tak perlu pergi ke puncak tertinggi,Atau menanti surga…
Oleh: Elvira Pereira Ximenes Wahai anakku…Kau seorang wanita eleganJabatanmu saat ini membanggakan dirikuTapi sayangnya membuatmu lupa daratan Wahai anakku …Jiwaku menderitaSaat kau memandangku dengan keangkuhanSeolah kau tak pernah mengenalku Wahai…
Oleh: Elvira Pereira Ximenes Di manakah engkau?Aku sedang mencarimuApakah yang sedang kau lakukan?Aku amat merindukanmu Akankah aku mendapatkanmu?Kukejar jejakmu setiap saatWalaupun kau hanya seuntai kata Namun sulit dijangkau Dengan berjalannya…
Tahukah kauCara pandangmuLuar biasaBahkan kau mampuMembinasakanLawanmu tanpaRangkaian kata Lirik bola matamuUnik bangatParas tubuh’muYang mempesonaBagai mahkotaPlanet bumi Senyum tipismuBagai membelah bumiMenjadi dua kutubTimur dan BaratTerhanyut ketikaPertama kaliKau tulis dengan bahasa asingnice…
Oleh: Syamsuriadi. S Guruh menggelegar, langit kelabu, Angin menderu, menerpa kalbu. Pohon bergoyang, ranting berjatuhan, Hati berdebar, penuh ketakutan. Gelombang mengamuk, ombak membentur, Kapal terombang, bagai terlempar. Asa meredup, dihempas…