Cahaya Surga di Ranjang Pengantin (6)
Setelah berjalan keluar beberapa langkah menuju sungai ditemani pelayannya, We Cudaiq menengok ke istana dan melihat dikamarnya ada cahaya berkilau.
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Setelah berjalan keluar beberapa langkah menuju sungai ditemani pelayannya, We Cudaiq menengok ke istana dan melihat dikamarnya ada cahaya berkilau.
Karena itu, untuk melihat langsung kecantikan wajah We Cudaiq, Sawerigading memutuskan untuk menyamar menjadi seorang pedagang berkulit hitam pekat.
Sementara pertempuran ketujuh menghadapi armada Settia Bonga Lompeng Ri Jawa, yang sudah tiga tahun bertunangan dengan We Cudaiq yang hendak disunting Sawerigading.