Kegagalan adalah Guru Kehidupan
Oleh : Tammasse Balla Ada saat ketika manusia menunduk dalam kelelahan, merasakan kepedihan karena usahanya runtuh di tengah jalan. Namun sesungguhnya, kegagalan itu bukanlah akhir dari mimpi, melainkan jendela yang…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh : Tammasse Balla Ada saat ketika manusia menunduk dalam kelelahan, merasakan kepedihan karena usahanya runtuh di tengah jalan. Namun sesungguhnya, kegagalan itu bukanlah akhir dari mimpi, melainkan jendela yang…
Oleh : Tammasse Balla Di tepi Pantai Bira, aku pernah berjalan seorang diri. Angin laut menyapu wajahku, membawa bisikan yang terdengar seperti rahasia waktu. Pasir putih terhampar luas, menjadi kanvas…
Oleh : Tammasse BallaEmbun adalah tamu paling sunyi yang datang menjelang fajar. Ia hadir tanpa suara, menempel lembut di daun, menyapa bunga, dan singgah di ujung rerumputan. Ia kecil, nyaris…
Oleh : Tammasse Balla Hidup seringkali menyimpan rahasia yang tak disangka-sangka. Ejekan yang kita dengar hari ini bisa saja menjadi kenyataan indah di kemudian hari. Sekitar medio 1980, saya pernah…
Oleh : Tammasse Balla Sebuah lagu relegius selalu menaklukkan bulu romaku tiap mendengarnya: Sepohon Kayu, ciptaan Ustads Jeffry Al Buchori: sepohon kayu daunnya rimbunlebat bunganya serta buahnyawalaupun hidup seribu tahun…
Oleh : Tammasse Balla Di sebuah dusun yang jauh dari hiruk-pikuk kota, seorang ayah menanamkan benih mimpi di dada putranya. Ia menatap wajah anaknya seperti seorang petani menatap pucuk muda…
Oleh : Tammasse Balla Macet di jalan raya adalah wajah paling jujur dari sebuah kota besar. Di Makassar, misalnya, kemacetan bukan lagi sekadar peristiwa lalu lintas, tetapi semacam “upacara” harian…
Oleh : Tammasse Balla Di beranda rumah tua, di bawah cahaya lampu Petromax yang bergoyang ditiup angin malam, kakek menuturkan wasiatnya dengan suara berat, namun teduh. Setiap katanya bagai embun…
Oleh : Tammasse Balla Umur bagai peluru yang ditembakkan dari laras senapan. Ia melesat begitu cepat, tidak pernah singgah, tidak pernah menoleh. Kita hanya mendengar desingnya, lalu ia lenyap di…
Oleh : Tammasse Balla Sore ini, di antara tumpukan kardus dan debu yang beterbangan, Allah menuntun mataku pada sebuah benda. Ia bukan sekadar benda mati, tapi pengingat hidup yang lama…