Mimpi Seorang Ayah
Oleh : Tammasse Balla Di sebuah dusun yang jauh dari hiruk-pikuk kota, seorang ayah menanamkan benih mimpi di dada putranya. Ia menatap wajah anaknya seperti seorang petani menatap pucuk muda…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh : Tammasse Balla Di sebuah dusun yang jauh dari hiruk-pikuk kota, seorang ayah menanamkan benih mimpi di dada putranya. Ia menatap wajah anaknya seperti seorang petani menatap pucuk muda…
Oleh : Tammasse Balla Macet di jalan raya adalah wajah paling jujur dari sebuah kota besar. Di Makassar, misalnya, kemacetan bukan lagi sekadar peristiwa lalu lintas, tetapi semacam “upacara” harian…
Oleh : Tammasse Balla Di beranda rumah tua, di bawah cahaya lampu Petromax yang bergoyang ditiup angin malam, kakek menuturkan wasiatnya dengan suara berat, namun teduh. Setiap katanya bagai embun…
Oleh : Tammasse Balla Umur bagai peluru yang ditembakkan dari laras senapan. Ia melesat begitu cepat, tidak pernah singgah, tidak pernah menoleh. Kita hanya mendengar desingnya, lalu ia lenyap di…
Oleh : Tammasse Balla Sore ini, di antara tumpukan kardus dan debu yang beterbangan, Allah menuntun mataku pada sebuah benda. Ia bukan sekadar benda mati, tapi pengingat hidup yang lama…
Oleh: Tammasse Balla Ada kalanya sebuah kebenaran justru tergelincir karena tergesa-gesa. Seperti panah yang dilepas sebelum waktunya, ia melesat bukan ke sasaran, melainkan menancap pada dinding yang salah. Begitulah kabar…
Oleh : Tammasse Balla Perjalanan hidup seringkali penuh dengan liku-liku yang tak terduga. Tidak semua harapan yang kita tanamkan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan ekspektasi kita. Ada kalanya kegagalan…
Oleh: Tammasse Balla Perjuangan tiga dasawarsa adalah angka yang jika ditulis di kertas tampak sederhana, namun jika dirasakan dalam dada, ia menjelma menjadi samudra. Di sana ada pasang surut, ada…
Oleh : Tammasse Balla Hidup ini sering kali lucu, sekaligus getir. Ada orang yang dulunya sama-sama kita merasakan panasnya bangku kuliah, sama-sama antre nasi di kantin, sama-sama mengeluh soal dosen…
Oleh : Tammasse Balla Ada untungnya jika kita dipandang “sebelah mata”. Biasanya, perlakuan itu akan menjadi “dinamit” dan motivasi tersendiri untuk maju. Hal itu pernah kualami. Setelah tamat SMA tahun…