Catatan Hati Gusnawati Lukman

Sebulan menabur rindu, berbunga kasih di taman sorgawi. Penghujung bulan ramadhan nan suci sudah tiba. Hari kemenangan sudah di depan mata. Umat muslim yang telah melaksanakan puasa selama bulan ramadhan pun akan menyambut hari kemenangan ini dengan lantunan takbir yang menggema menggetarkan hati. Merinding, syahdu, memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur padaNya, esok hari menyambut hari yang fitri.

Hati bergetar merindu. Masihkah umur sampai di ramadhan berikutnya? Tidak ada jawaban yang pasti. Sebelas bulan kita kejar dunia, kita umbar nafsu angkara. Sebulan penuh kita gelar puasa, kita bakar segala dosa. Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka, sebulan penuh kita tebar kasih dan sayang. Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf,esok hari di hari suci nan fitri, kita cuci hati, kita buka pintu maaf selebar-lebarnya karena tiada yang seindah ketika hati tersucikan. Bersih tanpa noda kebencian yang terbasuh oleh ramadhan dan kemurnian hati untuk saling memaafkan.

Malam takbiran nan khidmat. Merenung, tiba-tiba air mata meleleh, hati bergetar, teringat orang yang jauh di pelupuk. Terpisah karena jarak. Mimpi berdekap raga, bertemu melepas segala rasa. Hati terenyuh,batin bergolak , angan melayang menembus batas kokoh. Rindu itu akan terus ku pupuk, sampai ada pertemuan.

Sayup-sayup masih kudengar suara gema takbiran itu. Bayangan Bang Toyyibku belum memudar dan malah semakin erat memeluk batinku. Kapan pulang?. Nangis ingat terus……Engkau jauh di mata namun dekat di hati. Aku merindukanmu. Engkau selalu ada dalam doa-doaku.

Bang …. Tak terasa waktu terus bergulir. Detik berganti menit, dan menit pun menjelma menjadi jam,esok pun hampir tiba. Tidak sempat berdekap raga, mohon dimaafkan segala khilaf atas lisan yang tajam, ucapan yang menusuk, perilaku yang menyinggung dan sikap yang tidak sopan. Doa-doa terbaik selalu untuk Abang. Cepat pulang, cepat kembali.

Gema takbir sudah menghilang. Semua sudah kembali ke peraduannya. Esok hari nan suci sudah tiba. Mohon Maaf Lahir Dan Batin. Semoga kita tetap dipertemukan dengan ramadhan berikutnya. Mari terus memupuk tali silaturahmi dengan sesama.

Doa kami untuk warga Muslim Palestina. Semoga esok hari dapat menikmati lebaran bersama dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kami adalah bagian dari perjuangan kalian.

Watansoppeng, 12 Mei 2021

(Visited 74 times, 1 visits today)
2 thoughts on “Syahdunya Malam Takbiran,Hati Bergetar Merindu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.