Bersabar antre, kami menunggu giliran pengambilan rapor dan surat keterangan kelulusan anak. Dengan tetap menjaga jarak, sesekali ada obrolan dengan sesama orang tua tentang PPDB; mau daftar ke SMA atau SMK, bagaimana jadwalnya, hingga strategi agar lolos PPDB.
“Amelia!” Seorang ibu pun maju. Terdengar wali kelas menjelaskan bahwa dirinya sudah mencoba menghubungi Amelia untuk menanyakan peminatan sekolah. Namun, jawaban si ibu sangat mengejutkan. “Nggak tau atuh, saya juga sudah tanyakan berkali-kali, tetapi jawabannya nanti aja. Sekarang Amelia di Subang, ikut kerja di katering bibinya,” jelas si ibu.
Hatiku tersentak. Pandemi COVID-19 benar-benar telah meruntuhkan fondasi hidup sebagian orang. Bahkan, harapan Amelia untuk melanjutkan sekolah pun sepertinya (akan) terkubur. Entah Amelia terpaksa bekerja atau sudah berpikir bahwa mencari uang lebih bermakna bagi dirinya, yang pasti ini adalah realita. []


Mantsp
Bagus bangaet inilah yang terjadi dikampung saya amapi sampai ada siswa kelas enam SD tidak mau lagi kesekolah ikut ujian akhir karena katanya bajunya sudah tidak muat lagi