Oleh: Lolita Eka Putri

Tempat: Surau Arafah Koto Merapak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Setiap manusia pasti memiliki persoalan.

Ada yang diuji dengan ekonomi, keluarga, pekerjaan, hingga ketenangan batin.

Seringkali kita sibuk mencari solusi ke sana kemari, bertanya pada manusia, hingga curhat di media sosial, namun lupa bahwa ada satu “pintu darurat” yang selalu terbuka 24 jam untuk kita. Pintu itu bernama Sholat.

  1. Sholat Adalah Penolong Utama

Allah SWT secara tegas memerintahkan kita menjadikan sabar dan sholat sebagai “kendaraan” untuk melewati masalah.

Dalam Al-Baqarah ayat 45 disebutkan:

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.

Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.”
Ayat ini adalah manual book kehidupan.

Jika kita punya masalah sebesar gunung, jangan katakan “Wahai Allah, masalahku besar,” tapi katakan “Wahai masalah, aku punya Allah yang Maha Besar.” Sholat adalah cara kita “mengetuk pintu” Sang Pemilik Solusi.

  1. Sholat Menenangkan Jiwa

Secara psikologis, banyak masalah terasa berat bukan karena bebannya yang besar, tapi karena hati kita yang sempit.

Sholat yang dilakukan dengan benar akan memberikan efek ketenangan.

Ketika kita sujud, kita meletakkan bagian tubuh tertinggi (kepala) sejajar dengan tanah.

Di saat itulah posisi kita paling dekat dengan Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa saat paling dekat antara hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud.

Jika hati sudah tenang, pikiran akan jernih, dan solusi biasanya akan muncul secara tak terduga.

  1. Logika “Menjaga Allah”

Bagaimana mungkin kita berharap Allah membantu urusan kita, sementara kita sering mengabaikan panggilan-Nya?

Kita ingin rezeki lancar, tapi sholat Subuh kesiangan.

Kita ingin keluarga harmonis, tapi sholat Dhuhur mepet Ashar.
Ada sebuah kaidah:

“Perbaiki sholatmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu.” Sholat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan dosa, tapi merupakan bentuk “koneksi” rutin.

Jika koneksi kita dengan langit bagus, maka urusan di bumi akan dimudahkan.

Sebagai kesimpulan, jangan jadikan sholat sebagai beban di sela-sela kesibukan, tapi jadikanlah kesibukan itu berhenti di sela-sela waktu sholat. Mintalah apa saja di dalam sholatmu.

Menangislah di hadapan-Nya, bukan di hadapan manusia.

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mendirikan sholat dan meraih kemenangan di dunia maupun akhirat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.