Sebelum adanya google atau bahkan sebelum kita mengenal dunia internet, Ensiklopedia adalah sumber utama bahan rujukan ketika mencari sumber informasi di Perpustakaan. Berbagai cabang ilmu pengetahuan disusun secara alfabetis dalam buku buku tebal dan berjilid jilid, diuraikan secara jelas dan mendetail. Ensiklopedia ada yang bersifat umum, dan ada pula yang bersifat khusus. Ensiklopedia umum membahas berbagai macam topik, sedangkan yang khusus hanya topik tertentu, misalnya ensiklopedia pertanian, ensiklopedia sosial, ensiklopedia pendidikan dan lain lain.

Menurut Wikipedia, Ensiklopedia adalah karya referensi atau ringkasan yang menyediakan rangkuman informasi dari semua cabang pengetahuan atau dari bidang tertentu. Ensiklopedia sebenarnya mirip kamus, tapi kalau kamus, hanya membahas secara lingustis saja setiap kata entri-nya, misalnya, artinya, cara bacanya, arti dari kata dalam bahasa lain, cara penulisan dan lain lain. Sedangkan ensiklopedia menjelaskan satu entri kata secara lebih mendetail dan panjang, informasi faktual dari suatu topik.
Banyak sekali ensiklopedia yang terbit diberbagai belahan dunia. Ada Ensyclopaedia Britannica dari Inggris, ada Ensyclopaedia Americana dari Amerika Serikat, Winkler-Prins Encyclopedie dari negeri Belanda, dan dari negara lainnya. Dari negara kita juga ada yaitu Ensiklopedi Nasional Indonesia yang terbit tahun 1991.

Di Perpustakaan, koleksi Ensiklopedia biasanya ditempatkan pada ruang referensi, bersama kamus, kitab suci, almanak, buku Lembar Negara, buku langka dan lain lain. Koleksi yang ada di ruang referensi biasanya hanya untuk dibaca ditempat, dan tidak untuk dipinjamkan ke pemustaka. Cara menggunakan Ensiklopedia cukup mudah, karena entri kata disusun secara alfabetis seperti kamus. Kalaupun kita tidak tahu cara mencarinya, ada pustakawan yang siap membantu.

Ensiklopedia juga ada dalam koleksi saya dirumah. Satu set ensiklopedia itu peninggalan almarhum kakak ipar. Beberapa waktu lalu, kemenakan saya menelpon menanyakan apakah saya mau mengambil satu set ensiklopedia, karena di rumah kakak di Bone, tidak ada juga yang membaca atau memanfaatkannya, karena tidak ada yang mengerti bahasa Inggris. Kupikir daripada rusak dimakan rayap atau kutu buku, lebih baik kuselamatkan. Akhirnya satu set Encyclopaedia Americana yang terdiri dari 30 jilid (sayangnya 4 jilid hilang, jadi hanya 26 jilid yang ada) menghiasi lemari bukuku.
Diera digital dan internet sekarang ini, Ensiklopedia sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi. Semua yang ada di cetakan ensiklopedia dapat ditemukan di web, dengan menggunakan mesin pencari seperti google. Bentuk buku Ensiklopedia yang bulky atau tebal, besar, berat dan puluhan jilid juga sudah tidak praktis lagi. Kalaupun kita membutuhkan, masih ada di berbagai perpustakaan. Selain ensiklopedia tercetak, ada juga beberapa ensiklopedia yang tersimpan dalam bentuk CD atau DVD. Saya pernah memiliki Ensiklopedia Encarta dalam bentuk CD, yang kini sudah hilang entah dimana. Ketika saya berkunjung ke Yogyakarta beberapa waktu lalu, di pasar buku bekas ada dijual ensiklopedia bekas, yang kondisinya masih bagus dan lengkap. Harganya cukup terjangkau, tapi untuk membawanya pulang ke Makassar, itu yang merepotkan.

Informasi yang tercetak pada ensiklopedia dengan cepat berstatus ketinggalan zaman (out of date). Karena informasi yang dicetak biasanya hanya informasi yang ada pada saat ensiklopedia itu dicetak. Encyclopaedia Americana yang ada di lemari buku saya juga sudah sangat usang informasinya. Terbit tahun 1977, jadi informasi terakhir yang tercetak di dalamnya adalah informasi yang ada ada pada tahun 1977 dan sebelumnya. Ada informasi tentang negara Uni Sovyet yang sekarang sudah bubar. Peta peta dunia yang ada juga tentu saja sudah banyak yang berubah. Nama tokoh, selebrity, atau selegram yang lahir sesudah tahun 1977, tentu saja tidak ada dalam ensiklopedia ini. Bahkan tidak ada informasi tentang internet dan berbagai macam gadget (gawai) yang kita gunakan sekarang.
Penerbitan ensiklopedia sudah banyak yang dihentikan. Kalau tidak salah ingat, Encyclopaedia Britannica terbit terakhir tahun 2010. Setelah itu tidak ada lagi penerbitan. Penerbitannya tak mampu menyaingi informasi digital di internet yang dengan mudah dapat diakses dimanapun dan kapanpun hanya lewat lewat gawai telepon pintar, laptop, personal computer, tablet dan gadget lainnya.
Sekarang ini, ensiklopedia yang puluhan jilid itu, masih cukup bagus untuk menghiasi lemari buku kita. Daripada kosong, lebih baik diisi dengan koleksi ensiklopedia melengkapi koleksi buku lainnya. Tapi kalau tidak dibutuhkan lagi, lebih baik disumbangkan ke taman baca, ke perpustakaan komunitas, atau ke perpustakaan kecil terdekat yang masih minim koleksi bukunya. Â Jangan sampai informasi berharga yang ada dalam ensiklopedia berakhir, hancur dan musnah ditempat sampah.Â


Memiliki Ensiklopedia pertanda yang empunya rumah memang kayaraya, lahir batin secara budayawan.
Sejak tak punya rumah pribadi saya tidak memiliki satu pun endiklopedia. Semua sudah dihibahkan ke teman atau perpus terdekat.
Betul bunda Pipiet, kalau sudah tidak dibutuhkan, Ensiklopedia itu dihibahkan saja. Dan sasaran yang paling tepat menurut saya sebagai pustakawan, adalah ke perpustakaan komunitas, atau taman baca…. Saya telah mengunjungi beberapa perpustakaan komunitas, dan rata rata mereka minim koleksi bukunya.