Oleh: Alfiyu Nengsih
Di saat mentari pagi telah menampakkan dirinya dan di saat itu pula perempuan dari tepian pesisir pantai yang berada di kapal yang sedang menuju kota tujuannya terbangun dari tidurnya yang hanya sekadar melepaskan kantuknya.
Sekarang kapal yang telah ditumpangi itu akan bersandar di pelabuhan impian untuk menggapai cita dan harapannya. Kapal yang ditumpanginya telah merapat di dermaga dan penumpang yang berada di kapal ini telah bersiap turun ke pelabuhan. Para penumpang telah memeriksa barang bawaannya masing-masing tidak terkecuali dengan perempuan dari tepian pesisir itu. Ia telah menyandang tas ransel di punggungnya dan siap turun dari kapal.
Saat ABK telah membuka pintu kapal, satu-persatu penumpang turun saling ingin mendahului. Para ABK dengan sabar membantu mengangkat barang bawaan penumpang. Akhirnya, perempuan dari tepian pesisir ini juga telah berada di atas dermaga pelabuhan.
Dengan senyumnya yang manis dan rambut hitam legamnya yang ditiup angin menutupi sebagian wajahnya, ia terlihat indah bagi yang memandangnya. Dengan langkah penuh semangat, ia berjalan keluar dari dermaga menuju halte mencari mobil yang akan membawa ke kota impiannya.
Senyumnya yang selalu terukir di sudut bibir dan tatapan mata yang penuh keyakinan, ia duduk di pinggir jendela bus. Ia tetap mengarahkan pandangannya keluar melalui kaca jendela bus yang ia tumpangi. Perempuan tepian pantai merasa kagum akan apa yang dilihatnya di balik jendela mobil.
Akhirnya, perempuan dari tepian pantai sampai di kota tujuan, dan bibinya telah menunggu di tempat pemberhentian bus yang ditumpanginya. Tatapan mata bibinya penuh kerinduan terpancar kepada keponakannya yang baru tiba. Bibinya lalu memeluk keponakannya penuh bahagia.
(Bersambung)
*Mahasiswa Universitas Ekasakti, pencinta literasi menulis
