Oleh: Sumardi

Kisah nyata ini terjadi kurang lebih tiga tahun yang lalu. Waktu itu penulis bersama dengan atasan berkunjung ke sebuah Kabupaten di Pulau Jawa. Katakanlah Kabupaten X dengan Bupati Y. Kedatangan kami berdua ke Kepala Daerah tersebut dalam rangka kedinasan sehubungan banyaknya permasalahan atau pelanggaran yang terjadi di Pemerintah Kabupaten X.  Sebagaimana terjadi juga di beberapa Pemerintah Kabupaten, Kota dan Provinsi lainnya namun Kabupaten X sungguh sangat masif dan sangat jauh dari azas-azas  yang semestinya dianut yaitu memprioritaskan kompetensi, kinerja dan kualifikasi dalam tata kelola sumber daya aparatur di Kabupaten tersebut.    

Berbagai pelanggaran tersebut sebenarnya bersumber dari keengganan Bupati untuk mendengarkan para pembantu yang sebenarnya ahli di bidangnya masing-masing. Mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM dan Asisten Sekretaris Daerah yang membidangi tata kelola sumber daya aparatur jarang didengarkan masukannya. Para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kompeten dan professional setali tiga uang tidak ada yang didengarkan masukannya. Bupati itu mempunyai cara tersendiri sehingga keluar dari norma umum atau prinsip-prinsip  dasar yang berlaku dalam pemerintahan. Sebagai Contoh Kepala Dinas Kesehatan diambilkan dari Sarjana Teknik Sipil. Atas pilihannya itu dia merasa tidak ada persoalan bahkan dia memamerkan keberhasilan pembangunan Puskesmas Pembantu, Poliklinik dan Puskesmas Rawat Inap.  Dia lupa bahwa pembangunan di bidang Kesehatan tidak hanya membanguan sarana dan prasarana fisik namun lebih dari itu menyangkut kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan atau sanitasi dan lainnya.    

Ketika kami berdialog, Bupati ini benar-benar mendominasi pembicaraan dengan memamerkan semua keberhasilannya seolah-olah kami tidak diberikan ruang dan waktu untuk menanggapi sedikitpun. Dalam penjelasannya dia mengemukakan bahwa tidak ada jalan jelek di Kabupaten X. Semua jalan mulus sampai ke pelosok desa bahkan jalan menuju tempat wisatapun sangat bagus sekali. Katanya dengan bangga. Bupati itupun bercerita bahwa dia sebelumnya adalah pengusaha sehingga mempunyai dump truck, back hoe, tractor, exacavator dan peralatan berat lainnya. Katanya dia akan dengan sukarela meminjamkan alat beratnya untuk kepentingan Pemerintah Kabupaten ketika memang diperlukan segera. Dengan kalimat berlebihan katanya dia tidak pernah meminta atau menarik uang sewa dari peminjaman alat berat tersebut.    

Kami berdua sempat tercengang dan terbuai dengan omongan Bupati Y. Beberapa saat kemudian kami berdua baru sadar ternyata dari tadi bau menyengat itu adalah dupa yang dibakar di ujung ruang kantor Bupati. Bangunan kuno dengan gebyog ukir-ukiran bergaya Jawa tersebut tampak anggun dan memancarkan kekunoannya sekaligus memperlihatkan kemistisannya. Bupati sambil nyengir tertawa bercerita bahwa dia mempunyai beberapa pusaka keris peninggalan nenek moyangnya dan selalu dipelihara setiap saat. Membakar dupa bagi dia adalah kebiasannya. Kami berduapun tidak peduli karena tidak menganut kepercayaan yang berbau mistis tersebut.

Kira-kira enam bulan kemudian tersentaklah kami mendengar bahwa Bupati Y  ditangkap oleh Komisi Anti Rasuah di negeri ini. Dugaan permasalahan yang disangkakan adalah jual beli jabatan dalam rangka pengisan pejabat Pimpinan Tinggi dan Pejabat Administrasi serta  beberapa permainan  proyek jalan. Setelah saya coba runut ke belakang lagi memang beberapa masalah yang menjadi obyek sangkaan itu juga yang pernah dicerikan kepada kami berdua dalam versi yang lain. Inilah sebuah kisah nyata sekaligus contoh ketika pejabat politik (Bupati) seenaknya sendiri memutuskan sebuah permasalahan di pemerintahan tanpa meminta pertimbangan dan masukan dari orang-orang ahli di sekelilingnya. Bupati Y lebih menyukai model kepemimpinan dengan asap dupa menyengat penuh mistis dibandingkan dengan model kepemimpian modern professional secara herarkhis yang menjadikan staf adalah sebagai partner dalam bekerja. Bupati Y akhirnya masuk hotel prodeo dan penyesalan selalu datang belakangan.      

Matraman, 2 Juli 2021

Penulis : Praktisi Ilmu Manajemen SDM Aparatur

(Visited 43 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sumardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.