Oleh : Rosmawati
Dalam hidup, kita tidak pernah luput dari cobaan. Sakit, sehat, kaya, miskin, bahagia, sedih. Semua adalah ujian yang membuat kita lebih kuat. Dalam kondisi apa pun yang dialami, begitulah cara Tuhan berkomunikasi dengan hamba-Nya.
Aku tahu saat ini engkau sedang berjuang, menjalani proses “Membersihkan Hati” yang tidak mudah. Tapi aku ingin yakinkan bahwa engkau tidak sendirian. Engkau adalah bagian dari keluarga yang sangat kuat dan penuh cinta.
Walau tidak terlahir dalam kandungan ibuku, tapi kehadiranmu telah menjadi bagian dari hidupku, dari jiwaku, dan dari hatiku. Kita telah berbagi suka dan duka, tawa dan air mata, dan kita akan terus berjalan bersama.
Aku tahu sakitnya, aku tahu lelahnya, tapi aku juga tahu bahwa engkau kuat dan petarung tangguh. Engkau telah melewati hari-hari yang berat, yang hampir semua orang akan melewatinya. Aku percaya, dan meyakini engkau bisa.
Jangan pernah merasa bahwa engkau adalah beban bagi orang lain. Sejujurnya engkau adalah hadiah dan anugerah, bukan hanya kepada keluarga tetapi juga ke orang lain.
Teruslah berjuang! Teruslah berdoa, teruslah berharap, dan teruslah percaya. Aku dan seluruh pencinta karya-karya monumentalmu akan selalu di sini untuk mendukungmu, untuk mengencangkan pundakmu, dan untuk menjadi sumber kekuatanmu.
Karena tidak ada yang mustahil jika Tuhan berkehendak. Dia telah membawamu sejauh ini, dan Dia akan terus membawamu melewati badai ini. Bukankah engkau menasihati kami, “Tidak ada manusia dilahirkan hanya untuk termenung di dermaga, tetapi untuk memecah dan melewati gelombang”.
Selalu ada cahaya di ujung terowongan, selalu ada harapan di tengah kesulitan. Teruslah melangkah, berjuang, dan terus percaya.
Kita akan melewati ini bersama, sebagai keluarga, sebagai saudara, dan sebagai sahabat. Kami selalu merindukanmu dan selalu ada untukmu.
Tetap kuat! Tetap semangat, dan jangan pernah menyerah. Engkau adalah pejuang, petarung kehidupan, dan Insyaallah akan menang!
Semangatmu adalah inspirasi bagi banyak orang, jadi teruslah bersinar! Kehadiranmu adalah cahaya di tengah kegelapan, yang akan menerangi jalan bagi orang lain.
Kami semua yang engkau gerakkan jiwanya menabur kebajikan tanpa syarat, menjadi saksi perkataan inspiratifmu bahwa, “Dirimu dilahirkan bukan untuk menjadi bintang, tetapi menjadi langit tempat bintang-bintang memancarkan cahayanya”. Tidak terhitung berapa bintang literasi engkau telah lahirkan dalam sunyi tanpa publikasi. Jadi teruslah menjadi langit biru, tempat kami memancarkan cinta dan kasih sayang ke sesama.
*BNesiana sejati dan koordinator Pena Anak Indonesia Kolaka Utara
