Ketika kita masuk ke dalam suatu hubungan, kita menjadi egois karena kita menuntut rasa saling membutuhkan. Semua tentang kepunyaanku. Kita menjadi begitu egois bahwa kita menginginkan seseorang dengan siapa kita berbagi hidup kita untuk merasakan saling membutuhkan seperti yang kita inginkan. Kita menginginkan “seseorang yang membutuhkan aku” untuk menerima keberadaan kita, merasa bahwa kita memiliki alasan untuk bisa bertahan hidup. Kita berpikir bahwa kita sedang mencari cinta, tetapi sesungguhnya kita sedang mencari “seseorang yang membutuhkan aku”, seseorang yang bisa kita kendalikan dan dimanipulasi.

Ada perang kontrol di dalam hubungan manusia karena kita ditundukkan untuk bersaing dalam mengendalikan perhatian pasangan kita. Apa yang kita sebut cinta hanyalah – seseorang yang membutuhkanku, seseorang yang peduli kepadaku – itu bukanlah cinta; itu adalah keegoisan. Bagaimana semua itu bisa terjadi?

Keegoisan tidak berfungsi karena tidak ada cinta di sana. Kedua orang itu kelaparan akan cinta. Hubungan yang mereka lakukan hanya sekadar mencurahkan sedikit rasa cintanya dan menjadikan mereka kecanduan karena mereka kelaparan akan cinta. Kemudian, yang ada hanyalah penghakiman semata, yang ada hanyalah ketakutan. Semuanya hanya saling menyalahkan. Semua itu hanya sandiwara semata.

Lalu kita mencari nasihat untuk cinta. Ketahuilah, kita tidak belajar untuk mencintai; tidak ada yang perlu dipelajari tentang cinta. Semuanya sudah ada di dalam gen kita, di alam kita. Kita tidak perlu belajar apa pun kecuali apa yang kita temukan di dunia ini sebagai ilusi. Kita mencari cinta di luar diri kita sendiri ketika cinta itu ada di sekitar kita. Cinta ada di mana-mana, tetapi kita tidak memiliki mata untuk melihatnya. Tubuh emosional kita tidak lagi sesuai untuk cinta.  

Kita begitu ketakutan untuk mencintai karena merasa tidak aman untuk mencintai. Ketakutan atas penolakan sebegitu menakutkan diri kita. Kita harus berpura-pura menjadi yang bukan diri kita. Kita mencoba untuk merasa diterima oleh pasangan kita ketika kita tidak menerima diri kita sendiri. Tetapi masalahnya bukan pasangan yang menolak diri kita. Masalahnya kita menolak diri kita sendiri, sebab kita tidak cukup baik, sebab itulah yang kita percayai.

Penolakan diri adalah permasalah utamanya. Anda tidak akan pernah cukup baik untuk diri Anda sendiri ketika ide kesempurnaan itu benar-benar salah.

Don Miguel Ruiz

Inilah kesalahan konsep; bahkan ini tidak nyata. Tetapi Anda meyakininya. Tidak merasa sempurna, Anda menolak diri Anda sendiri, dan tingkat penolakan diri bergantung kepada seberapa kuatnya orang dewasa itu menundukkan kejujuran Anda.

Setelah proses penundukan, tidak lagi mengenai menjadi cukup baik untuk orang lain. Anda tidak lagi cukup baik untuk diri sendiri karena penghakiman itu  selalu ada, mengingatkan Anda bahwa Anda tidak sempurna. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Anda tidak pernah bisa memaafkan diri Anda sendiri karena tidak menjadi seperti yang Anda inginkan, dan itulah masalah yang sebenarnya. Jika Anda dapat mengubah itu, Anda mengurus setengah bagian dari hubungan Anda. Setengah bagian lainnya bukanlah masalah Anda.

Jika Anda mengatakan Anda mencintai seseorang dan orang tersebut mengatakan, “Baiklah, tetapi aku tidak mencintaimu.” Itu bukanlah alasan bagi Anda untuk menderita. Hanya karena seseorang menolak diri Anda, tidak berarti Anda harus menolak diri Anda sendiri. Jika seseorang tidak mencintaimu, orang lain akan mencintaimu. Akan selalu ada orang lain. Lebih baik bersama seseorang yang ingin bersama Anda daripada harus bersama dengan seseorang yang memaksakan diri bersama Anda.

Anda harus fokus pada hubungan yang paling indah yang dapat Anda miliki; yaitu hubungan dengan diri Anda sendiri. Ini bukanlah menjadi egois; ini adalah tentang cinta kepada diri sendiri. Ini tentu tidak sama. Anda egois dengan diri sendiri karena tidak ada cinta di sana. Anda perlu mencintai diri sendiri terlebih dahulu, kemudian cinta akan semakin tumbuh lebih dan lebih. Kemudian, ketika Anda memasuki suatu hubungan, Anda tidak tenggelam ke dalamnya karena Anda perlu untuk dicintai. Ini menjadi suatu  pilihan. Anda dapat memilih seseorang jika Anda ingin dan Anda dapat melihat siapa dia sebenarnya. Bila Anda tidak perlu cintanya, Anda tidak perlu berbohong kepada diri Anda sendiri. []

Bersambung

Diterjemahkan dari The Mastery of Love, Don Miguel Ruiz.

(Visited 33 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.