Aku Ingin Menjadi Sesuatu
Oleh : Gusnawati Lukman Aku ingin menjadi impian malammu Aku ingin menjadi bunga tidurmu Aku ingin indah di matamu Aku ingin menjadi sesuatu untukmu Aku ingin dengarkan lagu cintamu Aku…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh : Gusnawati Lukman Aku ingin menjadi impian malammu Aku ingin menjadi bunga tidurmu Aku ingin indah di matamu Aku ingin menjadi sesuatu untukmu Aku ingin dengarkan lagu cintamu Aku…
Kukenal dirimu lewat jiwaBukan lewat mataAku menjadikanmu istimewalewat hati Meski aku tak tahuSeperti apa akuDalam pandanganmuSelayak apa akuDalam kehidupanmu Tapi yang aku tahuMeski dalam keterbatasankuBerbalut kekurangankuAku menulis namamu di hatiku…
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya, dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, Janganlah…
Oleh : Gusnawati Lukman Selamat datang September ceria. Aku siap menyambutmu dengan senyuman termanisku. Senyuman itulah yang akan menguatkan aku walau dalam situasi apapun. Membaca tulisan ” Janji Jiwa “,…
Namaku pelangi. Meski namaku penuh warna, saat ini aku sudah tidak ingin mengisi hidupku dengan warna yang bisa menyilaukan mata hati ku. Usia tak muda lagi mesti banyak berbenah, merenungi…
Fajar subuh 27 Agustus Kembali mengingatkan kenangan 13 tahun lalu Saat Kumerasakan sakit yang membuatku bahagia, Tetesan airmata haru membasahi pipi Isakan tangis gembira menyelubungi jiwa Tepat Pukul 09.00 WIB…
Nikmat apa lagi yang tak harus kami syukuri saat ini, ketika masih diberi waktu menghirup udara di muka bumi ini. Sekian banyak nikmat kesehatan, nikmat pekerjaan, dan nikmat persaudaraan, serta…
Oleh : Gusnawati Lukman Puisi Untuk Mereka Yang Mendamba Sahabat Pembelajar, kali ini kita akan menelisik lebih jauh sebuah karya dari KH.A. Mustofa Bisri yang berjudul Gandrung. Ada banyak ekses…
Aku menangis, menangisi siapa Aku senang menyenangi apa Aku harus damai berdamai dengan keadaan Aku bahagia berbahagia dengan rumah jiwaku
Saat ini aku lebih takut pada sebuah pena,daripada ratusan hulu ledak moncong meriam. Tertusuk dengan kata sendiri oleh lantunan irama,ketika pena menari dan secarik kertas ikhlas menjadi kanvas, ungkapan pun…