Pengalaman Pribadi Seorang Guru
Guru itu seperti “Si Pungguk yang merindukan bulan”. Setiap hari dalam hidupnya dia selalu berfantasi untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Guru itu seperti “Si Pungguk yang merindukan bulan”. Setiap hari dalam hidupnya dia selalu berfantasi untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
Dari situ, kami baru menyadari kami bahwa negara ini membutuhkan generasi penerus seperti yang diajarkan oleh Bapak Xanana. Kita harus merasa memiliki, bukan menjadi generasi yang menonton lalu selfie.
Maka, sebagai pengagummu, tentu kami semua bersedih dan berduka, meskipun kita adalah generasi dari dua negara yang berbeda, yaitu Indonesia dan Timor Leste.
Di mana takkan pudar rasa cintaku Ketika kamu jauh maupun dekat