Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Umur bukan hambatan untuk menggali dan mengembangkan potensi diri.
Bengkel Narasi adalah wadah untuk menyalurkan dan meningkatkan kemampuan diri yang selama ini cuma mengendap saja. Cerita nostalgia masa lalu, pengalaman tak terlupakan selama menjalani profesi sebagai seorang pendidik terlalu indah apabila dipendam sendiri.
Pramoedya Ananta Toer mengatakan, “ Kalau tidak ingin hilang dari pusaran sejarah, maka menulislah.” Kalau anda ingin tetap selalu dikenang, maka tinggalkan karya untuk membuat orang merindukan diri anda.
“ Setiap penulis akan mati, hanya tulisannya yang abadi. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti”. ( Ali bin Abi Thalib )
Menulis dan membaca merupakan bagian penting dalam membangun sebuah peradaban. Inilah salah satu jalan yang mengantarkan manusia pada kegemilangan dan kesempurnaan. Begitu pentingnya menulis hingga lahirlah Sumpah Pena. Hal ini menunjukkan betapa pena dan tulisan memiliki keutamaan dihadapan Allah Swt.
Menulislah walau satu kalimat saja karena Itu akan membuatmu dikenang dan dirindukan oleh semua makhluk bumi.
Bumi Latemmamala yang terkenal sebagai penghasil pemikir-pemikir ulung dan cendekiawan yang berkecimpung di berbagai disiplin ilmu, akan terus menggemakan semangat literasi menulis dan membaca.Terbentuknya Bengkel Narasi di Kabupaten Soppeng yang berpusat di SMPN 1 Watansoppeng, terinspirasi dari eksistensi Bengkel Narasi Indonesia yang mewadahi para penulis lintas profesi, lintas daerah,negara, dan lintas agama yang sudah melahirkan banyak penulis-penulis berbakat. Bengkel Narasi Indonesia yang dipelopori oleh Ruslan Ismail Mage, berharap bahwa Bengkel Narasi yang terbentuk di bumi Latemmamala ini adalah bukti bahwa semangat untuk mengembangkan dan menggelorakan literasi tidak akan pernah pupus. Bengkel Narasi Soppeng akan membumikan literasi sehingga melahirkan literat-iliterat sejati.
Bengkel Narasi Soppeng adalah Komunitas praktisi yang anggotanya dari lintas profesi seperti pendidik, pustakawan dan profesi lainnya yang punya semangat untuk mengembangkan potensi diri melalui tulis menulis. Melalui wadah ini, para pendidik diharapkan dapat berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah khususnya di bidang pendidikan melalui karya-karya mereka yang dituangkan dalam bentuk tulisan.Dengan menulis, mereka dapat mengembangkan kreativitas, menggali ide-ide dan gagasan serta menemukan inovasi-inovasi baru yang sangat penting dalam pengembangan potensi dan kompetensi diri. Semuanya akan berimbas pada peningkatan kemampuan pembelajaran menuju pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Bengkel Narasi Soppeng adalah perwujudan eksistensi diri para pendidik sebagai manusia pembelajar yang setiap saat dituntut untuk tidak hanya mengajar melalui ruang-ruang kelas konvensional yang dibatasi oleh ruang dan waktu, tetapi harus selalu menjadikan dirinya sebagai inspirator, motivator dan kreator di universitas kehidupan yang maha luas.
Menulislah untuk keabadian. Terlalu banyak hal di universitas kehidupan yang menggelitik untuk mendapatkan sentuhan kita. Menulislah menuju peradaban baru. Selamat berkarya. Selamat menjadi manusia pembelajar. Selamat datang di dunia keabadian.
Watansoppeng, 17 Juli 2021
