Perburuan rusa ajaib mengajarkan bahwa Anda harus berburu di dalam diri Anda. Ini adalah kisah yang bagus untuk diingat. Jika Anda ingat kisah Artemis, Anda akan selalu menemukan cinta di dalam diri Anda. Manusia yang berburu satu sama lain untuk cinta tidak akan pernah merasa puas; mereka tidak akan pernah menemukan cinta yang mereka butuhkan pada manusia lainnya. Pikiran merasakan kebutuhan, tapi kita tidak bisa memenuhinya, karena tidak ada. Tidak pernah ada.

Cinta yang kita butuhkan untuk diburu ada di dalam diri kita, tetapi cinta adalah mangsa yang sulit. Sangat sulit untuk berburu di dalam diri Anda, untuk mendapatkan cinta dari dalam diri. Anda harus sangat cepat, secepat Hermes, karena apa pun bisa mengalihkan perhatian Anda dari tujuan Anda. Apa pun perangkap perhatian Anda akan mengalihkan perhatian untuk mencapai tujuan, untuk mendapatkan mangsanya, yaitu cinta di dalam diri Anda. Jika Anda dapat menangkapnya, Anda akan melihat bahwa cinta dapat tumbuh kuat dalam diri dan dapat memenuhi semua kebutuhan Anda. Hal ini sangat penting untuk kebahagiaan Anda.

Biasanya manusia masuk ke dalam suatu hubungan sebagai seorang pemburu. Mereka mencari apa yang mereka butuhkan, berharap menemukan apa yang mereka butuhkan pada diri orang lain hanya untuk meyakinkan bahwa cinta itu ada. Namun, ketika Anda memasuki suatu hubungan tanpa kebutuhan, ini merupakan sebuah cerita yang berbeda.

Bagaimana Anda berburu di dalam diri Anda? Untuk menangkap cinta dalam diri, Anda harus menyerah kepada diri Anda sebagai pemburu dan buruannya. Di dalam pikiran Anda sendiri, ada pemburu dan ada juga buruannya. Siapakah pemburunya, siapakah buruannya?

Dalam diri manusia, yang menjadi pemburu adalah parasit. Parasit tahu persis segalanya tentang diri Anda. Apa yang parasit inginkan adalah emosi yang muncul dari rasa takut Anda. Parasit adalah pemakan sampah emosi. Parasit mencintai ketakutan dan drama; mencintai kemarahan, cemburu, dan iri hati. Parasit mencintai emosi yang membuat Anda merasa menderita. Parasit selalu ingin membalas dendam dan mengontrol diri Anda.

Penyalahgunaan diri, seperti parasit, memburu Anda 24 jam sehari; selalu mengikuti diri Anda. Jadi kita merupakan mangsa bagi parasit, mungkin mangsa yang sangat mudah. Parasit melecehkan diri Anda. Lebih dari sekadar pemburu; ia adalah pemangsa yang menelan Anda bulat-bulat. Menjadi mangsa, secara emosional tubuh kita menderita dan menderita; bagian inilah dari diri kita yang harus kita tebus.

Dalam mitologi Yunani, ada juga kisah Promotheus, yang dirantai ke batu. Pada siang hari, elang datang dan makan jeroannya; pada malam hari ia sembuh kembali. Setiap hari elang datang dan makan jeroannya lagi. Apa artinya? Ketika Promotheus terjaga, ia memiliki tubuh fisiknya dan memiliki emosional tubuhnya. Elang adalah parasit yang memakan isi perutnya. Pada malam hari, ia tidak memiliki emosional tubuhnya dan ia pulih kembali. Dia dilahirkan kembali menjadi makanan bagi elang itu, sampai Hercules datang membebaskannya. Hercules melepaskan rantai penderitaan dan memberinya kebebasan.

Untuk berburu dalam diri, Anda harus mulai berburu setiap reaksi yang Anda lakukan. Anda harus mengubah rutinitas kebiasaan pada suatu saat. Ini merupakan perang untuk kebebasan dari mimpi yang mengendalikan hidup Anda. Ini adalah perang antara Anda dan pemangsa dengan kebenaran yang berada di tengahnya. Dalam semua tradisi Barat, kita menyebut diri sebagai pejuang karena seorang pejuang adalah pemburu yang berburu dirinya sendiri. Ini merupakan perang besar karena ini adalah perang melawan parasit. Untuk menjadi seorang pejuang, tidak berarti Anda akan memenangkan peperangan itu. Setidaknya Anda sudah memberontak dan Anda tidak lagi membiarkan parasit menelan Anda hidup-hidup.

Menjadi pemburu adalah langkah pertama. Ketika Hercules pergi ke hutan untuk mencari Artemis, tidak ada cara dia untuk bisa menangkap rusa. Kemudian ia pergi menemui Hermes, guru tertinggi, dan dia belajar untuk menjadi seorang pemburu yang lebih baik. Dia harus lebih baik dari Artemis.

Untuk memburu diri sendiri, Anda juga perlu menjadi pemburu yang lebih baik daripada parasit. Jika Parasit bekerja 24 jam sehari, Anda juga harus bekerja 24 jam sehari. Parasit memiliki suatu kelebihan; dia tahu diri Anda dengan sangat baik. Tidak ada yang bisa Anda sembunyikan.

Parasit merupakan mangsa yang paling sulit. Bagian dari diri Anda berusaha membenarkan perilaku Anda di depan orang lain. Namun, ketika sendirian, Anda memberi penilaian terburuk terhadap diri sendiri. Selalu menilai, menyalahkan, dan membuat diri Anda selalu merasa bersalah.

Dalam hubungan yang normal di neraka cinta, parasit yang ada di dalam diri pasangan Anda bersekutu dengan parasit Anda untuk melawan diri Anda. Anda harus melawan, bukan hanya parasit sendiri, tetapi juga parasit dari pasangan Anda. Keduanya sejalan dan hanya akan menciptakan penderitaan abadi.

Jika Anda mengetahui itu, Anda dapat membuat suatu perbedaan. Anda dapat memiliki lebih banyak kesabaran untuk pasangan Anda dan memungkinkan dia untuk menangani parasitnya. Anda bisa berbahagia setiap kali pasangan Anda mengambil langkah menuju kebebasan. Anda dapat menyadari ketika pasangan Anda marah, sedih, atau cemburu. Pada saat itu, Anda sedang tidak berhadapan dengan orang yang Anda cintai. Parasit sedang menguasai pasangan Anda.

Mengetahui parasit itu sedang menguasai pasangan Anda dan mengetahui apa yang sedang terjadi padanya, Anda dapat memberikan ruang bagi pasangan Anda untuk menghadapinya. Anda hanya bertanggung jawab terhadap setengah bagian dari hubungan itu. Anda dapat memungkinkan dia untuk menangani mimpi pribadinya sendiri. Dengan cara itu, akan lebih mudah untuk tidak menanggapi secara pribadi apa yang pasangan Anda lakukan. Ini akan lebih banyak membantu hubungan Anda. Apa pun yang pasangan Anda lakukan adalah urusan pribadinya. Pasangan Anda berurusan dengan sampah emosinya sendiri. Jika Anda tidak tersinggung, itu akan mempermudah Anda untuk memiliki hubungan yang indah dengan pasangan Anda. []

Diterjemahkan dari The Mastery of Love, Don Miguel Ruiz.

(Visited 20 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Dewi Pemburu Cinta (2): Parasit”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.