Rupama

Buku : Rupama, Kisah Moral Leluhur

Penulis : Syarifuddin Kulle & Zainuddin Tika

Penerbit : Pustaka Refleksi

Tempat : Makassar

Tahun :  2008

Jumlah Halaman : ix + 52

ISBN : 979-3570-70-9

Nilai nilai budaya kita semakin tergerus oleh budaya dari luar akhir akhir ini, terutama sejak mulainya era globalisasi dan informasi. Salah satu budaya yang semakin terlupakan adalah cerita rakyat atau folklore.  Nenek moyang kita menciptakan begitu banyak cerita rakyat atau dongeng yang diwariskan dari mulut ke mulut (lisan) dari generasi ke generasi berikutnya. Setiap dongeng selalu mengandung hikmah, pelajaran dan pesan moral untuk mendidik anak anak menjalani kehidupannya menjadi lebih baik dimasa depannya.

Buku yang berjudul “Rupama, Kisah Moral Leluhur” ini adalah salah satu kumpulan cerita rakyat dari suku Makassar. Disusun dan diterbitkan untuk menjawab tantangan zaman untuk lebih memasyarakatkan cerita rakyat. Penulis merekam, menuliskan dan mendeskripsikan cerita rakyat yang diceritakan oleh orang orang tua, yang juga menerima dan mendengar cerita tersebut dari orang tua mereka.

Kisah kisah dan cerita rakyat Makassar ini, sebagian adalah asli dari masyarakat suku Makassar, namun sebagian lagi, ceritanya dikenal di seluruh wilayah nusantara. Misalnya cerita tentang perilaku binatang, Sang Buaya dan Sang Kura Kura. Namun dari mana pun asal ceritanya, usaha mengumpulkan cerita rakyat ini perlu di apresiasi. Buku kumpulan cerita rakyat dari Makassar ini dapat diteruskan kepada anak anak kita baik yang berbahasa Makassar maupun ditempat lainnya.

Ada 10 (sepuluh) cerita rakyat dalam buku ini yaitu :

  1. I Dayang Mulli dan I Lailara
  2. Rante-Rante Pattola
  3. I Lambu Tubaranina Butta Gowa
  4. Pung Sipue-pue
  5. Setan Tujua
  6. Pung Dare-dare na Pung Kura-kura
  7. Daeng Naranggong
  8. Pung Jonga-jonga na Pung Siso
  9. Pung Buaja na Pung Kura-kura
  10. Pagandeng Lame Kayua

Buku ini diawali dengan kata pengantar dari penerbit dan dari penulis, dan diakhiri dengan uraian singkat tentang Penulis.

Buku cerita rakyat ini dapat digunakan oleh orangtua untuk menceritakan dongeng kepada anaknya, atau bisa juga untuk para pendongeng (Story-teller) dan pustakawan yang akan mendongeng untuk para pengunjung cilik perpustakaan.

tt
(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: