Oleh: Devinarti Seixas

Hari itu hari pertama kali aku dan dia dipertemukan oleh Tuhan menurut caranya di Gedung Pusat Budaya Indonesia Dili Timor-Leste. Aku & dia pertama kali bertemu pada suatu acara yakni kegiatan workshop oleh sutradara Garing Nugroho dan acara pembukaan oleh Dubes KBRI Dili Timor-Leste yakni Bapak Sahat Sitorus.

Semua fokus pada pembahasan materi dari pemateri yakni pak Garing Nugroho sendiri.Usai pembahasan ada sesi tanya-jawab oleh peserta Workshop dan aku adalah salah satunya begitu juga dia.Lalu disusul makan siang hingga free time.

Tak lama kemudian sutradara Garing Nugroho pun selesai makan untuk balik ke tempat, tiba-tiba di hadapan teman-teman aku juga tak menyadari sutradara Garing Nugroho langsung berjalan menuju ke arahku sambil memberikan selamat buat aku dan berpesan teruslah menulis karena kamu yang penulis karya dalam bahasa Indonesia. Bahagia rasanya hari itu karena merupakan hari pertama aku bangkit setelah vakum selama hampir 20 tahun dari dunia menulis & membaca.

Seusai itu, tiba-tiba dia dan salah seorang pendiri media berjalan ke arahku sambil memberikan aku ucapan selamat.Dia yang aku tak kenal sama sekali tiba-tiba datang dan berkata, kakak Dev Seixas kan ?

Aku mengiyakan, lalu dia kembali berkata,” Aku sudah lama cari kakak tapi tidak tahu alamat kakak”. Ia kemudian meminta nomor WAku. Setelah itu kami masing-masing duduk dan pas usai kegiatan workshop kami foto bersama dengan sutradara Garing Nugroho juga teman-teman lainnya.

Masing-masing akhirnya pulang ke rumah. Sesampai di rumah, menjelang malam tiba-tiba ada text nomor baru katanya aku adik Leo. Okey, malam ucapkan aku hingga kami mulai saling kenal dan bertukar ide tentang dunia kepenulisan.

Sejak hari itu kami mulai jadi teman dan setiap ada waktu free kami sering chat saling menyapa satu sama lain dan akhirnya jadi akrab.Kami terus saling menyapa hingga aku kehilangan no dia karena HP aku rusak.Tak lama kemudian, kami tidak saling menyapa hingga melewati dua atau menjelang tiga tahun sejak masa Covid-19 hingga 2023.

Tiba-tiba dia kembali menyapa aku lewati halaman facebook dan kami mulai chat lagi akhirnya saling kasih lagi no WA satu sama lain.

Pas beberapa bulan berikutnya, tiba -tiba chat dia berkata kakak aku sekarang tidak berada lagi di negara kita melainkan aku di luar negeri.Aku terkejut kok bisa ! Bukankah beberapa bulan yang lalu kamu masih di sini ? tanya aku.

Ia tapi sekarang aku benar-benar sudah ada di England.Okey tetap semangat jawab aku singkat.

Kakak banyak cerita-cerita yang ingin aku berbagi hingga kami saling bagi cerita bagaimana kabar dia tidak di England juga di Timor Leste. Kami saling berbagi cerita lagi dimana antara aku dan dia banyak kemiripan kisah perjalanan. Lalu suatu hari tanpa aku sadari dia langsung terkejut ketika aku juga open tentang kehidupan yang aku jalani.

Aku pikir Tuhan memang luar biasa adilnya.Tuhan mempertemukan aku dengan caranya aku dan dia dengan cara yang tak bisa kami paham tapi di balik kesamaan ada juga perbedaan kecil antara aku di masa lalu hanya kami memiliki pandangan yang sama untuk masa depan.

Cerita kami berlanjut lagi meskipun kami tidak tinggal di kota yang sama tapi semua latar belakang kehidupan kami memiliki kesamaan kisah kehidupan dari beberapa part yang sama.

Salin berbagai dia ibah pada aku akhirnya kami membicarakan beberapa topik baru tentang masa depan berdasarkan adanya’kemiripan pandangan untuk masa depan.

Tibalah saatnya aku baru sadar jika semakin Tuhan menguji iman kita maka ia akan semakin memperkenalkan kita pada orang-orang yang mirip dengan kita.

Saling berbagi cerita serta kisah inspiratif tiba-tiba suatu hari dia berkata aku salut sama kakak.Terima kasih jawab aku bagai seolah dia adalah adik kandung aku.

Dengan berjalannya waktu, akhirnya suatu hari ia berkata kakak aku mau bantu kakak dan aku ingin kakak ikhlas menerima apa pun bentuk bantuan dari aku.

Aku heran lalu aku bertanya pada Tuhan melalui hati, mengapa Tuhan ketika aku di terpa badai mereka yang mendekat aku justru menghujat bahkan menghilangkan dari hidup aku sampai menyangkal aku tapi Engkau terus menghadirkan orang-orang yang serkisah dengan aku ?

Lalu benar adanya, menjelang bulan Juni special akhir,dia langsung chat,kakak besok kontak ke no ini dan ambil uang sebanyak 100 dlr untuk kakak pakai buat kegiatan yang kakak tekuni sekarang.

Aku masih menjelaskan kenapa bisa juga ada orang yang jauh bagai orang dekat sedangkan orang dekat kadang menjauh ketika kau benar-benar membutuhkan.

Lalu ke esokan harinya aku baru di kasih kabar jika dia adalah penulis buku (Cerpen) dengan judul” Masih Ada Hari Esok” Oleh Leonita Gonsalves Fernandes seorang putri yang lahir di Manatuto.

Sambil berkata keesokan harinya pemilik no yang di berikan oleh dia Leonita pun menelfon dengan membawa satu buku karyanya bersama yang 100 dlr Amerika.

Aku salut dan tidak habis pikir jika masih ada orang sebaik adik Leo, padahal yang aku tahu kami hanya dua insan yang memiliki kesamaan pandangan untuk masa depan.

Pada kesempatan ini aku memetik sebuah hikma jika Tuhan itu adil.Seusai menerimanya aku langsung berterima kasih pada adik Leonita atas kiriman uang 100 dolar tersebut .

Moga ke depan apa yang ada di benak kami berdua bisa membuahkan hasil.

Makasih Adik Leonita Gonsalves Fernandes moga apa yang kau tanam hari ini bisa kau petik hasilnya dari orang lain.

(Visited 34 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.