Oleh: Yeldi Azwir*

Subhanallah, alangkah hebat orang tua yang memberikan nama anaknya yang sarat dengan makna spiritual, apalagi dibumbuhi dengan kata “Mage“ yang berarti kompor spritual unsur. Laksana api pada setangkai obor yang dapat meluluh lantakkan dan menghanguskan bumi Israil.

Bagiku Mage tidak hanya obor spritual, tetapi kata itu lebih mengandung unsur, M-motivator, A-akal, G-gagasan, dan E-emosional. Rupanya dialah orang yang ber-intelectual quotient, ternyata beliau adalah seorang yang ber-spiritual quotient, dan lebih dari itu juga seorang yang ber-emotional quotient. Cerdas intelektualnya, hebat nilai-nilai spritualnya, serta pandai dalam mengendalikan emosinya.

Tak salah aku terkagum dengan Ruslan Ismail Mage, terasa diri ini tertinggal, di saat orang mengatakan bahwa aku pandai bicara, tapi aku tak pandai dalam menulis, di saat aku berani berkata-kata tapi kenapa aku tidak berani dalam berkarya. Ruslan Ismail Mage ternyata inspiratorku, motivator girahku yang terpendam, seperti tersirat pesan dalam namanya, Ruslan Ismail Mage, “Teruskan dan Lanjutkan“, I-ngat S-edikit M-ulai A-wali I-lmu L-iterasi, dan M-otivasi A-kalmu agar bergagasan dan kendalikan emosimu agar tercapai tujuan.

Aku tak habis pikir, kenapa aku bertemu dengan orang ini? Aku jadi benci padanya karena kenapa aku baru bersua? Aku iri dengan kemampuannya, tapi aku tak takut walaupun dia seorang founder Bengkel Narasi (BN) dan Pena Anak Indonesia (PAI), atau dosen, karena aku juga seorang teacher Pendidikan Agama Islam atau TPAI. Aku tak boleh rendah diri tapi aku mesti rendah hati, karena emakku pernah bernasihat, “Jujurlah, Nak. Kamu akan mujur. Berterus teranglah, maka jalan hidupmu akan terang terus. Berikanlah jika kamu memilikinya dan janganlah malu bertanya jika kamu tidak mengetahuinya.” Terima kasih Mak, ujar hatiku.

Rasa tawadhu-ku, aku tak ingin pergi darimu wahai bapak Ruslan Ismail Mage. I love you, don’t you hate me, please. Namun rasa perlawananku, aku otak atik namamu, bahkan kupenggal namamu menjadi Ruslan Image. Karena aku tak mampu memindahkan kepalamu menjadi kepalaku, aku takut jika nanti istriku berkata kalau ini bukan kepalaku. Dan cintamu tidak seperti cintaku. Tapi izinkan aku menyebutmu dengan Ruslan Image karena bagiku itu berarti engkaulah ditugaskan Tuhan mencerdaskanku, Ruslan Image bagiku berarti orang yang diutus sebagai pembawa risalah dan motivator imajinasi serta pembangkit inspirasi. (Bersambung)

*Guru penulis Pesisir Selatan

(Visited 66 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.