Pada suatu hari ada seorang remaja yang bernama Kristin, yang tidak suka bermain atau berinteraksi sama orang yang di sekolahnya, karena begitu suatu hari dia menyukai seorang wanita yang bernama Alifa tapi tomboi. Dan Kristin juga takut kalau dia mengungkapkan perasaannya banhwa dia akan bonyok. Dan pada suatu hari, ada seorang teman Kristin yang memberitahu pada Alifa dan Alifa pun menatap Kristin dengan mata yang tajam.

Dengan bingung dia tannya pada temannya, Rio kenapa dengan Alifa? Dari tadi dia menatap ku dengan mata yang sangat tajam? Oh… waktu itu aku yang bilang kepadanya bahwa kamu menyukainya. Jawab Rio dengan senyum lebar.

Tega banget kamu, khianati temannya sendiri, loh aku kan ngebantu banget kamu, aduh mati aku dia jalan… Ke arahku hey teman, kamu bilang kamu suka sama aku? kelihatannya boleh juga. Maksudnya aku bisa jadi pacarmu. Ya, ya udah Alifa, apakah kamu mau menjadi bulan bagi ku untuk menyinari setiap langkah ku? Ia menjawabnya, ya aku mau.

Setelah lulus SMA Kristin nggak pernah nunjukin romantis pada Alifa, dan setiap Alifa jalan bersama Kristin, Alifa selalu malu karena penampilannya. Kristin apakah kamu tidak punya baju yang lain selain ini? teriak Alifa. Ada…ya udah, ayo kita ke rumahku. Ketika sampai di rumah Kristin mereka membuka lemarinya dan ternyata baju Kristin banyak banget.

Kok selama ini kamu jalan sama aku, baju kamu hanya tiga itu-itu saja, padahal ini banyak sekali bajumu. Kenapa kamu tidak memakainya? Tanya Alifa. Soalnya aku nggak tau mau model gimana? Jawab Kristin. Kamu ini tinggal dipake aja kok susah banget.

Tahun demi tahun pun berlalu, Kristin dan Alifa sudah menikah dan anaknya sudah besar semua. Anak pertama bernama Krial dan anak keduanya bernama Fastin perempuan dan satu lelaki dan sekarang
mereka berumur 20 tahun yang pertama, dan yang kedua 17 tahun. Ketika ayahnya melihat anak lelakinya yang sangat tampan dan mempunyai pacar yang sangat cantik, dan banyak gadis yang mengejar anaknya.

Dan ketika duduk, ayahnya baru teringat bahwa, dulu dia selalu menghindari berinteraksi dengan
teman-temannya dan sampai sekarang dia tidak bersosialisasi dengan warga yang ada di kampungnya, apalagi dulu dia selalu menolak pertemanan.

Teman-teman…kalian harus menghargai masa muda kalian sebelum membangun keluarga. Karena itu nikmatilah masa mudamu sebelum menyesal di hari tua nanti.

Edisi ketiga….

(Visited 41 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Alia Silva

Elemen Adolecent KPKers Dili TL, kini duduk di bangku SMP Nicolau Lobato, pengen jadi penulis di masa depan, aktif menulis & mengikuti kursus literasi basic dan belajar bersama para pendiri KPKers TL, special Bu Dev di Dili.

One thought on “Nikmatilah Masa Mudamu Sebelum Menyesal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.