A. PROLOG
Pappaseng bugis “ajalalo nasalaiki bujung temetti yanaritu paddisengeng“.
Makna bebas dari penulis (Jangan sampai mau ditinggalkan sumur yang tidak pernah kering yakni ilmu pengetahuan). Begitu urgennya ilmu pengetahuan sehingga kita selalu kehausan tentang air kehidupan.
Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi.
Sumur dalam bahasa Jawa disebut sendang. Di Sumatera Selatan muradif sumur dalah kambang. Atau well dalam bahasa Inggris.
Sementara dalam bahasa Madura, sinonim sumur disebut somor.di Bugis disebut Bujung.
Sumur adalah wadah yang menjadi sumber air bersih, ibarat sumur buku adalah tempat atau wadah sumber ilmu pengetahuan yang tidak pernah kering.
B. FILOSOFI SUMUR
Berikut ini sebuah filosofi sumur yang sunting dari berbagai sumber yang beredar di medsos. (https://t.co/sSQr1Rd6VJ).
Jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering selalu ada air di dalamnya.
Namun anehnya, kalau dalam satu hari saja airnya tidak ditimba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu tidak meningkat, sama seperti semula.
Sumur yang tak pernah lagi diambil airnya, bahkan akan cenderung airnya kotor dan beracun sehingga tak layak diminum.
Inilah Hukum Alam
Di mana di dalam alam terdapat misteri yang bertujuan untuk selalu memberi dan keseimbangan.
Sesungguhnya kehidupan kita juga sama dan serupa dengan sumur ini.
Pada umumnya orang berpikir bahwa jika kita memberi apa yang kita miliki pasti akan berkurang dari apa yang di miliki semula.
Tapi kalau kita mau belajar dari filosofi sumur ini, semakin banyak dan sering kita memberi akan semakin banyak air yang mengalir kepadanya.
Dalam hal memberi tidak harus dalam bentuk uang atau materi Kita dapat saja memberi dalam bentuk apa saja yang kita miliki.
Sebaiknya kita memberi karena menginginkan orang lain agar bisa bahagia, bisa hidup lebih baik dan layak.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan memberi karena terpaksa, jangan memberi karena ingin dipuji, jangan memberi untuk menunjukkan bahwa kita kaya & jangan memberi karena kebiasaan.
Sebaiknya kita memberi karena menginginkan orang lain agar bisa bahagia, bisa hidup lebih baik dan layak.
Dengan mengembangkan sikap mental memberi yang murni, kita yakin setiap orang bisa melakukannya.
Pilihan terserah pada diri kita.
Sedangkan manfaat langsung yang bisa kita rasakan saat memberi adalah perasaan kepuasan batin.
Dan inilah sebenarnya kebahagiaan sejati.
C. KUTIPAN TENTANG FILOSOFI SUMUR
1).Kita sering berpikir terlalu sempit, seperti katak di dasar sumur yang mengira langit itu hanya sebesar lubang atas sumur. Jika katak itu muncul ke permukaan, dia akan melihat pemandangan yang berbeda.
(Mao zedong).
2). Sumur yang bening tidak akan mencari timba. Begitulah semestinya kita berlaku, tidak menyia-nyiakan waktu untuk mencari jabatan.
(Khrisna Pabichara Penulis 1975).
3). Kita tidak pernah tahu nilai dari sebuah air hingga sumur mengering.(Thomas Fuller
Pendeta dan penulis dari Inggris 1608-1661).
4).Galilah sumur Anda, sebelum Anda haus (Seth Godin Penulis dan pembicara dari Amerika Serikat 1960).
5). Hidup, bagaimanapun, punya rencana lain- saat takdir telah begitu berbaik hati pada kita, selalu saja ada sebuah sumur ke mana semua impian bisa terjatuh.(Paulo Coelho
Penulis dari Brazil 1947).
Sekian semoga bermanfa’at langsung yang dapat kita rasakan sa’at memberi adalah perasaan kepuasan batin.
Dan inilah sebenarnya kebahagiaan sejati.
Tetaplah berbuat kebaikan dan Jangan Lupa Bahagia.
Semua orang adalah guru, Bengkel Narasi adalah sumur terbaik sumber airnya mengalir setiap saat menjadi tinta yang tak akan putus melahirkan tulisan dan buku.
Semoga Bermanfa’at.
23 April 2022.
Samudera Lautan tidak lain adalah perpustakaan dari semua air mata dalam sejarah. Bengkel Narasi adalah sumur yang melahirkan tulisan dan buku yang bermuara di perpustakaan samudera lautan luas. Setetes air sumur BN , mampu melepas dahaga bagi pecinta literasi
sudirman Muhammadiyah

Sudirman Muhammadiyah
(Timba, gayung dan ember di sumur Bengkel Narasi).
ㅤㅤ

Yah bener ibaratnya bahwa kehidupan manusia sama dan serupa dengan sumur ,semakin banyak kita memberi semakin banyak pula gantinya .
Teringat pada pesan kedua orang tua saya
Bahwa jangan pernah takut berbagi kepada orang yang lebih membutuhkan ,tuhan akan menggantikan 10x lipat dari apa yang kita berikan ,dengan memberi karna menginginkan orang lain bisa bahagia, bisa hidup lebih baik dan layak .
Bukan sebaliknya memberi karna menginginkan timbal balik ,dan lebih ironisnya lagi , dia hanya mau berbagi pada orang” tertentu yg segolongan dengannya .
Naujubillah jangan sampai itu terjadi pada diti kita , niscaya kita tidak pernah mendapatkan kepuasan batin atau kebahagian sejati pada diri kita