Ibadah Edukasi dan Eksistensi
Kebijaksanaan dalam bertutur lebih berharga dari pada kemampuan berbicara yang baik, sejatinya adalah esensi hakikat etika.
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Kebijaksanaan dalam bertutur lebih berharga dari pada kemampuan berbicara yang baik, sejatinya adalah esensi hakikat etika.
Bahwa karakter bangsa tidak tercermin dari cara kita memperlakukan orang kaya dan istimewa. Tapi bagaimana kita memperlakukan dengan adil orang miskin yang teraniaya dan dihina.
Semangatnya sangat besar untuk bisa tahu membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Namun jarak yang jauh menggagalkan niatnya untuk belajar ke guru mengaji di dusunnya.
Ahad pagi, ada banyak mata yang hadir. Hentakan kaki ke bumi Patampanua, dan tepuk tangan riuh bergemuruh, disepanjang jalan depan tugu adipura dan taman literasi.
Update story seolah-olah lagi liburan, itu sebenarnya juga bagian dari proses kerja. Karena memikirkan masalah orang itu tidak akan pernah ada habisnya…
Kegagalan sejatinya adalah keberuntungan. Guru yg baik. Karena hanya kegagalanlah yang menunjukkan siapa kita. Kegagalan akan mengambil resiko melakukan apapun.
Awal tahun 2022 kembali jarum infus terpasang di tangan sebelah kanan. Sebagai hamba, saya perlu banyak introspeksi diri, perlu banyak bersyukur atas segala nikmat sehat yang telah diberikan.
Sebagai negara hukum, dan sebagai daerah yang berharap bisa menuju masyarakat yang madani. Dibutuhkan kesadaran untuk berfikir bahwa hukum hadir bukan untuk menghakimi.
Selain konsekuensi berdasarkan uu advokat. Juga ada konsekuensi yang berat. Yaitu mempertanggung jawabkan dihadapan Allah Swt.
Manusia tidak harus jadi malaikat kok kawan. Cukup berlaku baik dengan tidak menjahati orang itu sudah cukup untuk membuat kebaikan. Karena kebaikan itu dihadirkan, bukan diciptakan.