Otakku “Traveling” Membaca Status Anakku
Sebuah status di media sosial membuat hatiku remuk redam. Anakku, yang kedua, menulis dengan jujur tentang perasaannya: “Aku tidak apa-apa. Aku akan tetap tersenyum dan bahagia. Aku tidak mau sedih…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Sebuah status di media sosial membuat hatiku remuk redam. Anakku, yang kedua, menulis dengan jujur tentang perasaannya: “Aku tidak apa-apa. Aku akan tetap tersenyum dan bahagia. Aku tidak mau sedih…
Di tengah gemerlap dan hiruk-pikuk kota Hong Kong yang modern dan kosmopolitan, tersembunyi jejak-jejak spiritual yang menawarkan ketenangan dan kedamaian bagi siapa saja yang mencarinya. Dua di antaranya adalah Chai…
Di Hong Kong, para buruh migran Indonesia memiliki banyak pilihan kegiatan untuk mengisi hari libur mereka. Beragam komunitas dengan aktivitas positif siap mendukung dan mengarahkan anggota-anggotanya hingga mereka benar-benar menemukan…
Perasaan saya campur aduk ketika ditunjuk sebagai salah satu narasumber dalam bedah buku “Mengantre Kematian” karya Bapak Sumardi dan Bapak Kuspriyanto. Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti Zoom meeting, dan…
Setelah berbulan-bulan menunggu masa pelatihan di perusahaan tenaga kerja, akhirnya tibalah saat yang dinanti-nantikan. Aku, bersama para pekerja migran lainnya, akhirnya terbang menuju Hong Kong, negeri yang menjanjikan harapan baru.…
Namaku Mirna. Sudah tiga minggu aku bekerja di Hong Kong, namun rasanya seperti sudah bertahun-tahun. Majikan baruku kali ini benar-benar berbeda dengan yang dulu. Kalau dulu, majikanku peduli dan memperhatikan…
Some time ago, I heard two stories that touched my mind. The first story, a female migrant worker (TKW) who had just set foot in Hong Kong, cried and asked…
Nela adalah sahabat karibku. Kami tumbuh di lingkungan yang sama, teman bermain sejak kecil, sekaligus teman di sekolah, mulai dari duduk di bangku SD, SMP, hingga menamatkan SMA. Dia selalu…
Semua perempuan mungkin pernah merasakan minder dan kurang percaya diri dengan statusnya yang hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Apalagi yang pernah mengenyam pendidikan tinggi, tidak lepas dari pandangan masyarakat.…
Saya berdiri, berdiam beberapa menit di depan cermin. Memutar-mutar badan ke kanan dan ke kiri. Sesekali memonyong-monyongkan bibir dan mengelus pipi, hee… Memantaskan diri apakah pakaian dan kerudung yang saya…