Kategori: Cerpen

Pukulan

Selesai menyapu halaman dan memungut sampah, Kiai Maoelani melanjutkan membersihkan ruangan masjid. Saat Kiai Maoelani sedang memeras kain pel, lewat Mat Yuti, seorang pedagang sayur keliling. Sudah satu bulan Mat…

Diammu…

Tetapi kali ini aku yang emosi dan hampir menyerah. “Kenapa ya terjadi seperti ini? Kok harus aku yang selalu harus mengalah dan harus membujuk suami kalau dia marah? Kan aku…