Inikah Indonesia Yang Kita Kehendaki?
Saya yakin, bahwa hal–hal yang dituangkan oleh saudara H.M. Ch. Ibrahim (almarhum) dalam bukunya ini adalah representasi yang sesungguhnya mengenai cita–cita bangsa Indonesia yang kita kehendaki (Ali Sadikin)
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Saya yakin, bahwa hal–hal yang dituangkan oleh saudara H.M. Ch. Ibrahim (almarhum) dalam bukunya ini adalah representasi yang sesungguhnya mengenai cita–cita bangsa Indonesia yang kita kehendaki (Ali Sadikin)
Aku ingin selalu melihat Ibu tersenyum, sebagaimana masa kecilku setiap hari Rabu aku dan kakak membuat Ibu tersenyum menikmati hasil jualan sagu di pasar.
Oleh: Andi Haslia Sepertiga malam saya terbangun mendapati ibuku tengah khusuk dalam ritual salat malamnya yang panjang. Saya katakan ritual, karena hampir tiap malam dia lakukan. Saya termenung mengingat pengorbanan…
Sudah 4 hari saja,Pemberhentian ke tiga Jingga sudah menginjak bumi Sriwijaya. Telapaknya terasa layu memijaki anak tangga bus reot akibat kaki kebas katena bersila di bangku bus. Batang tubuh Jingga…
Kukunci goresan penaku ini dengan pemeo lawas, bahwa “Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Penggalah" adalah ungkapan yang menggambarkan kedalaman ikatan kasih sayang ibu dan anak.
Tentu saja bagi yang memahami mengenai hak kekayaan intelektual, mereka akan menghormati keberadaan atas penciptaan lagu "Halo-halo Bandung". Akan tetapi, bagi mereka yang tidak memahami mengenai hak kekayaan intelektual, dengan…
Oleh: Muhammad Sadar* Kondisi El Nino saat ini sungguh sangat memprihatinkan karena nyaris semua sektor kehidupan terdampak oleh fenomena alam tersebut. Mulai dari kebakaran hutan, lahan dan pemukiman penduduk yang…
Oleh: Nurhaeda Ibuku bernama Halimah dilahirkan oleh Lamba nama ayahnya dan Nafisah Andi Makkasau nama ibunya. Dia termasuk keturunan bangsawan Bugis dari ibunya tapi karena ayahnya bukan dari kalangan bangsawan…
Kutanyakan pada sang empunya kehidupan Inikah yang namanya cinta? Hanya mekar di pagi hari Namun layu dan gugur seketika di senja hari ditelan waktu Kembali ke sumber dan sang pemilik…
Satu jam bersama Buya, rasanya seperti seharian mendapatkan kuliah sejarah perjuangan tokoh-tokoh bangsa asal Minang.