Tertipu pada “Casing”
Oleh: Tammasse Balla Di sebuah sudut timur negeri, matahari tak pernah absen menyapa kampus yang dijuluki Kampus Merah. Di dalamnya, waktu tak sekadar mencatat kehadiran dosen dan mahasiswa. Waktu justru…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh: Tammasse Balla Di sebuah sudut timur negeri, matahari tak pernah absen menyapa kampus yang dijuluki Kampus Merah. Di dalamnya, waktu tak sekadar mencatat kehadiran dosen dan mahasiswa. Waktu justru…
Oleh: Tammasse Balla Di sudut semesta, dalam pelukan waktu yang tak terbaca, ada berlian yang lahir dari gelapnya perut bumi. Ia tak meminta cahaya, tak mengemis pengakuan, hanya berserah diri…
Oleh: Tammasse Balla Waktu adalah angin yang berlari tanpa letih. Ia mengusap wajah-wajah kecil, menyaksikan mereka bertumbuh, lalu berlalu tanpa menoleh. Dulu, dalam sebuah ruang besar disesaki orang-orang, seorang ibu…
Oleh: Tammasse Balla Lebaran bagi banyak orang adalah kembalinya jiwa ke pangkuan kasih. Mereka pulang membawa rindu yang penuh, dengan hati riang seakan-akan tak ada yang lebih indah selain kembali…
Oleh: Tammasse Balla Ramadan kembali menyapa. Bulan yang penuh rahmat; setiap jiwa berlomba-lomba mencari rida-Nya. Di sudut-sudut kota, di gedung-gedung megah, di hotel berbintang, di dalam aula yang dihiasi lampu-lampu…
Oleh: Tammasse Balla Kehidupan manusia selalu diwarnai oleh naik turunnya keberuntungan. Seperti pepatah yang mengatakan, “Kaki kiri dan kanan bergantian di depan, tapi saling membutuhkan.” Ini mengingatkan kita tentang pentingnya…
Oleh: Tammasse Balla Menulis itu seperti udara pagi yang menembus sela-sela dedaunan, menghidupkan embun di ujung rumput. Ia bukan sekadar kegiatan, bukan sekadar hobi, melainkan kebutuhan jiwa. Tanpa menulis, pikiran…
Oleh: Tammasse Balla Di sebuah kampung yang tenteram, di mana rumah-rumah panggung masih berdiri kokoh dengan tiang-tiang kayu yang telah menua, hiduplah seorang perempuan yang dulu dikenal sebagai Bu Anonim.…
Oleh: Tammasse Balla* Tulisan ini adalah kritik sosial atas fenomena akhir-akhir ini di masyarakat. Sebutlah si Pulan, kini ia sudah jadi Profesor. Gelar itu diperolehnya setelah puluhan tahun meniti jalan…
Oleh: Tammasse Balla* Dalam masyarakat Bugis, stratifikasi sosial bukan sekadar pembagian kelas, tetapi warisan yang merayap dalam tutur dan sapa. Mereka yang sejak lahir dipayungi gelar kebangsawanan, “Andi” dan disapa…